Selasa, 20 Maret 2012

KOMUNIKASI NONVERBAL

[Penggunaan ekspresi wajah merupakan
salah satu bentuk komunikasi nonverbal]
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.
contoh komunikasi nonverbal adalah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut dan sebagainya, simbol-simbol serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi dan gaya berbicara.

para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat,dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dan komunikasi nonlisan. contohnya,bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata. sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong komunikasi nonverbal. komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.


JENIS-JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL:

Komunikasi Objek
{seorang  polisi yang menggunakan seragam
merupakan salah satu bentuk komunikasi objek}
komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya. walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. misalnya seseorang lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.



Sentuhan 

haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi verbal. sentuhan dapat termasuk bersalaman, menggeggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan dan lain-lain. masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif maupun negatif.

Kronemik

Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality). 


Gerakan Tubuh


Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan. 

Proxemik


Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial. Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
  • Jarak dari mulai bersentuhan sampai jarak satu setengah kaki. Biasanya jarak ini untuk bercinta, melindungi, dan menyenangkan.
  • Jarak yang menunjukkan perasaan masing - masing pihak yang berkomunikasi dan juga menunjukkan keakraban dalam suatu hubungan, jarak ini berkisar antara satu setengah kaki sampai empat kaki.
  • Dalam jarak ini pembicara menyadari betul kehadiran orang lain, karena itu dalam jarak ini pembicara berusaha tidak mengganggu dan menekan orang lain, keberadaannya terlihat dari pengaturan jarak antara empat kaki hingga dua belas kaki.
  • Jarak publik yakni berkisar antara dua belas kaki sampai tak terhingga.


Vokalik

Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.

Lingkungan

Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.

FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL

Fungsi pertama : Repetisi

Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya, Anda menganggukkan kepala ketika mengatakan "Ya," atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "Tidak," atau menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus pergi untuk menemukan WC.

Fungsi kedua : Subtitusi


Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, seorang pengamen mendatangi mobil Anda kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata pengganti "Tidak").
Isyarat nonverbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang disebut emblem.

Fungsi ketiga : Kontradiksi

Perilaku nonverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil mencibirkan bibir.

Fungsi keempat : Aksentuasi

Memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat ketika berpidato. Isyarat nonverball tersebut disebut affect display.

Fungsi kelima : Komplemen

Perilaku Nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, saat kuliah akan berakhir, Anda melihat jam tangan dua-tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.

VARIASI BUDAYA DALAM KOMUNIKASI NONVERBAL
Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang timur tengah, india dan amerika serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.

Senin, 19 Maret 2012

KOMUNIKASI MASSA

KOMUNIKASI MASSA


    Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).
Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat.
Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.

CIRI-CIRI KOMUNIKASI MASSA
1. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.
2. Komunikator memiliki keahlian tertentu.
3. Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana.
4. Khalayak yang dituju heterogen dan anonim.
5. Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan.
6. Ada pengaruh yang dikehendaki.
7. Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.
8. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.

EFEK KOMUNIKASI MASSA
Berdasarkan teorinya, efek komunikasi masa dibedakan menjadi tiga macam efek, yaitu efek terhadap individu, masyarakat, dan kebudayaan. 
(contoh efek komunikasi massa terhadap individu)

EFEK KOMUNIKASI MASSA TERHADAP INDIVIDU
Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki efek-efek berikut terhadap individu:
  1. Efek ekonomis: menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh: dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan)
  2. Efek sosial: menunjukkan status (contoh: seseorang kadang-kadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar pos kota memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas.
  3. Efek penjadwalan kegiatan
  4. Efek penyaluran/ penghilang perasaan
  5. Efek perasaan terhadap jenis media
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
  1. conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
  2. memperlancar atau malah mencegah perubahan
  3. memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada.

EFEK KOMUNIKASI MASSA TERHADAP MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
  1. Teori spiral keheningan oleh Noelle-Newmann.
  2. Teori Penentuan Agenda oleh Combs dan Shaw.

TEORI-TEORI KOMUNIKASI MASSA

  1. Hypodermic needle theory
  2. Cultivation theory
  3. Cultural imperalism theory
  4. Media equation theory
  5. Spiral silence theory
  6. Technological determinism theory
  7. Uses and gratification theory
  8. Agenda setting theory
  9. Media critical theory






        

Kamis, 15 Maret 2012

"Test Posting"

 sinopsis "OLIVER TWIST"

Salah satu kisah klasik populer karya Charles Dickens yaitu "Oliver Twist" telah banyak diangkat ke media film. Salah satunya adalah film Disney yang diarahkan sutradara Tony Bill pada tahun 1997. Kisahnya mengenai seorang anak lelaki bernama Oliver Twist (Alex Trench) yang yatim piatu.
Pada tahun 1837, Oliver yang menginjak usia 12 tahun diusir dari panti asuhan lantaran berani meminta makanan lebih banyak. Tidak punya apapun kecuali kalung loket peninggalan ibunya, Oliver pergi ke London untuk mencari alamat yang tertulis dalam loket itu. Orang pertama yang dijumpainya di London adalah Jack Dawkins alias Artful Dodger (Elijah Wood).
Dodger yang merupakan pencopet jalanan memperkenalkan Dodger pada bosnya, Fagin (Richard Dreyfuss). Sebenarnya Oliver ragu-ragu menjadi pencopet namun tidak ada orang yang mau menampungnya kecuali Fagin. Dodger mengajak Oliver untuk melakukan pencopetan pertama kalinya. Dasar belum berpengalaman, Oliver dipergoki ketika hendak mencopet korbannya yang bernama Mr. Bronlow (Anthony Finnegan) dan kemenakannya yang baik hati, Rose Maylie (Olivia Caffey).

Rose justru membela Oliver dan bersaksi bahwa Dodger adalah pencopet sesungguhnya. Malah Oliver kemudian diajak tinggal di rumah Mr. Bronlow dan Rose. Hidupnya mulai menyenangkan apalagi Mr. Bronlow dan Rose tampak sayang padanya. Oliver segera sadar bahwa Mr. Bronlow adalah kakeknya sendiri karena alamat rumah Mr. Bronlow sama yang terukir di kalung loket itu. Masalahnya kalung itu masih berada di tangan Fagin. Fagin sendiri khawatir Oliver akan "bernyanyi" pada polisi tentang organisasinya sehingga berencana menculik Oliver.

Template by:

Free Blog Templates